Blog Archives
Me & Tisya’s ASI story (Part 2)
And the ASI story continues … (baca Me & Tisya’s ASI story part 1-nya disini)
Mengingat aku adalah seorang kuli kantoran alias working mom, opsiku untuk terus memberikan ASI eksklusif selama aku kerja hanya terbatas pada pemberian ASI perah atau ASIP. Ya mau gimana lagi, beginilah nasib jadi working mom. Yang penting kan tetep dikasih ASI, meski ga diberikan langsung dari ‘gentongnya’. Aku menambah wawasanku dengan membaca segala hal terkait manajemen laktasi. Waktu cuti hamil selama 2 bulan itu kumanfaatkan juga untuk menyetok ASIP sebanyak mungkin, untuk bekal persiapan saat aku mulai masuk kerja nanti. Peralatan “perang” untuk persiapan menyetok ASIP-ku ini lumayan juga….si Papap membelikan aku kulkas baru, khusus untuk menyimpan ASIP saja, berupa freezer satu pintu 6 rak. Pompa ASI elektrik, cooler bag, cooler ice, botol-botol kaca, label stiker, bahkan sampai breastmilk bag (takut botol2nya ga cukup) lengkap sudah kubeli. Hari pertama di rumah sepulang dari rumah sakit pasca melahirkan, langsung mulai kupraktekkan proses penyetokan ASI. Targetku … dalam sehari usahakan bisa dapet 2-3 botol ASIP isi 120ml. Tiap selesai Tisya nenen, aku langsung lanjutin mompa. Segala teknik pijat payudara pun kulakukan sebelum memompa, supaya sirkulasi ASInya lancar dan deras. Aku pun rajin makan sayur daun katuk dan kacang-kacangan, tau deh tuh lidah kayaknya udah kebal ama rasanya. Enak sih…tapi kalo tiap hari dan sehari 3x sehari, ya bosen juga lah…tapi demi ASI, apapun hajar bleeehh
. Si papap pun ikut membantu pasangin label stiker di botol2nya, supaya nanti saat pemakaian bisa tau botol mana yang harus didahulukan dipakai. Asas penggunaannya so pasti first come first serve. Read the rest of this entry
Me & Tisya’s ASI story (Part 1)
Sewaktu dinyatakan positif hamil 8 minggu pada awal Maret 2008, aku dan papap ngerasa bukan main senangnya. Rasa bersyukur tak henti-hentinya kami ucapkan ke Allah SWT, alhamdulillah Ya Rabbi. Sejak menikah pada mid Desember 2007, kami tak perlu menunggu lama untuk hamil. Hehehehe, tokcer berarti yeee ;p *blushing ga jelas*
Berhubung pengalaman dan pengetahuanku akan kehamilan maupun pasca melahirkan benar-benar nihil, maka mulailah browsing internet dan membeli buku tentang kehamilan, Inisiasi Menyusui Dini (IMD), Air Susu Ibu (ASI), Panduan menjadi Orangtua, dsb. Semua itu kulakukan demi menambah wawasan dan memperkaya ilmu menjadi seorang ibu
Sejak awal kehamilan, aku sudah berniat akan memberikan ASI eksklusif kepada bayiku selama aku masih mampu dan ASI itu masih menetes dari payudaraku. Niatku memang tergolong mantep dan gigih, apalagi setelah aku membaca berbagai informasi mengenai kebaikan dan manfaat dari ASI. ASI adalah cairan kehidupan terbaik yang sangat dibutuhkan oleh bayi. ASI mengandung berbagai zat yang penting untuk tumbuh kembang bayi dan sesuai dengan kebutuhannya. Terlebih lagi, menurut salah satu sumber yang kubaca, keberhasilan menyusui sudah ditentukan sejak dari awal-awal kehamilan. Wong ada susu yang siap sedia tinggal nyooot, kenapa harus repot bikin dari susu kaleng/suleng, ya tho?! Tentunya dengan asumsi semua berjalan dengan normal ya, dalam arti ASI-ku nantinya bisa mengalir dengan lancar dan cukup porsinya untuk sang bayi.




