Blog Archives
Pho 24 – Vietnamese Noodle
Pho 24 adalah suatu restoran yang berspesialisasikan mie khas Vietnam. Konon, Pho dipercaya sebagai makanan Vietnam terbaik karena mengandung segala unsur yang menyehatkan yaitu fresh, natural, well-balanced, dan delicious ofcourse.
Jaman dulu, gw dan nyokap kalo mau makan mie Vietnam pasti kita mampirnya ke Pho Hoa, tapi sekarang udah ga ada lagi. Ga ngerti juga apakah ganti nama jadi Pho 24 ini atau bukan. Naaahhh….aga susah nih kalau mau ngajak hubby makan disini, karena dia ga terlalu suka dengan jenis masakan kayak gini, don’t ask me why….
Suatu waktu sambil nungguin hubby jemput gw di PP sepulang kantor, yang ternyata jemputnya juga molor karena dia ada rapat dadakan
, jadilah gw melipir ke Pho 24 ini buat isi perut. Laper booo…. Akhirnya masuklah gw ke resto itu, pas suasananya juga ga terlalu rame.
Sore itu gw pesen semangkok mie kuah Vietnam pake irisan daging (namanya Pho something lah, ga apal gw, hihihi) plus segelas ice lemon tea. Semangkok mie Pho itu berisi mie khas Vietnam, irisan daging sapi serta uratnya, daun seledri dan daun ketumbar. Di piring terpisah juga akan disediakan tauge dan irisan cabe merah. Biasanya gw akan minta irisan cabe rawit lagi ama pelayannya supaya tambah segerrrrr. Rasanya gimana? Wah ga usah ditanya deh….kuahnya itu gurih banget, kaldu dagingnya kerasa banget tapi ga bikin eneg loh, seger dan tasty. Cocok banget dimakan kalo lagi ngerasa ga enak badan dan pengen makan kuah yang panas2, nyuuuummm.
Pho 24 – Vietnamese Pho Noodle
One Pacific Place, SCBD
Jend. Sudirman Kav. 52-53 Lot 3 & 5 Level 5 – 55
Burnt Tongue at Ramen38 (Sanpachi)
Setelah selesai movie date dengan papap sabtu wiken kemaren di Citos, perut pun berasa kriuk-kriuk (padahal pas nonton, satu cup popcorn sudah ludes tandas ;p). Kita pun mulai keliling-keliling dan akhirnya pilihan jatuh ke resto Ramen38 (Sanpachi), kebetulan pas lagi pengen yang panas dan berkuah. Okaerinasai !!! Begitulah pekik suara dari para pegawai Ramen38 saat kita memasuki restoran ini, cukup kami balas dengan senyum aja (karena emang ga tau harus balas ngomong apaan ;p). Dekorasi Ramen38 ini didominasi dengan warna merah, mulai dari warna furniture sampai warna dinding. Selain di cat merah, dindingnya juga dihiasi dengan gambar-gambar menu ramen dari restoran tersebut. All and all, suasana di resto ini cukup nyaman.
Variasi menu ramen yang ditawarkan di Ramen38 sangat beragam, mulai dari Shoyu ramen, Miso ramen, Charsiu ramen, Gyuniku butter ramen, Enma ramen, Curry ramen, Wantan men, Mabo men, Gomakara ramen, Kanton men, dan Oxtail stamina ramen. Salah satu menu yang recommended di Ramen38 adalah Jigoku Ramen atau lebih dikenal dengan Ramen from Hell, hohohoho, nyeremin bener
Ramen pedas ini memiliki level kepedasan yang bisa disesuaikan dengan selera kita, mulai dari level 1-10, sluuuurrrppp. Akhirnya tanpa keraguan, gw pun memesan The Ramen from Hell ini, level kepedasan yang gw minta itu level 5, yeeeeaaaaahhhhh. Si papap cukup pesen Cha Su Ramen aja alias ramen yang ga pedes, because he has zero tolerance towards chilli, hehehe. Untuk minuman sih kita pesen standar aja, ice lemon tea dan mineral water.
Pesenan dateng tanpa perlu menunggu lama….dan aromanya, hmmmmm….suegeeerrrr. Jigoku Ramen ku itu terdiri dari ramen pastinya, dengan irisan jamur kuping, beberapa potong chasu (irisan ayam tipis), daun bawang, dan bayam jepang/horenso. Kuahnya terlihat begitu merah dan pekat, semerah warna dekorasi restonya, hahahaha. Yang membuat warna merah dari kuahnya itu karena menggunakan cabe bubuk dan irisan cabe rawit, nyaaaaammm. Rasa kuahnya so rich and spicy…..untung gw pesen level 5 dan bukan diatasnya, gw rasa level 5 ini udah merupakan batas level maksimum toleransi kepedasan gw. Saat pertama kali menyentuh lidah, rasa pedas langsung menyengat seisi mulut gw. Sembriwiiiiiingggg dueeeeerrrrrrr…….lidah dan tenggorokan serasa terbakar, tapi berasa segeeerrr. Dashyaaaaaatttttt….dijamin pasti bakalan banyak yang berkeringat ketika menyantap ramen ini
Nah bagi yang toleransi ama pedes itu nol besar (seperti papapku tersayang), Chasu Ramen merupakan pilihan yang tepat. Kuah ramennya berwarna kekuningan karena menggunakan saus shoyu. Rasa shoyunya akan sangat terasa di saat menyeruput kuahnya, hmmmm lezaaattt…. Kalau isinya sendiri sih kurang lebih sama dengan Jigoku Ramen yaitu ramen, horenso, dan ayam chasu.
Oh ya, informasi tambahan, Ramen38 di Citos ini termasuk salah satu outlet Ramen38 yang mendeklarasikan dirinya No Pork Outlet alias ga ada nguik2-nya. Karena ternyata restoran Ramen38 di Jakarta dikelola tidak oleh satu perusahaan sehingga ada beberapa outlet yang tidak halal. So … if that info is an important matter to you, make sure you ask the waiter/waitress first before stepping in.
Ramen 38 (Sanpachi)
Cilandak Town Square Lantai 2, Jl.TB Simatupang Kav.17, JakSel 12430
Telp.021-75920238
Harga : Rp35.000,- – Rp60.000,-







