Blog Archives

PEPeNERO CUCINA ITALIANA

In order to celebrate my birthday yesterday, hubby took me for a dinner at Pepenero. What is it with Italian restaurant and my hubby? Well…let’s just say, he had a weird unexplainable relationship with Italian food, he always craving for more :)

PEPeNERO is an Italian restaurant opened in the fall of 2004 in Indonesia with several locations spread around Jakarta and Bali. As stated in their website, they thrive as a simple Italian Trattorian in an effort to emulate the best of the great Italian tradition of hospitality and quality at the table and in the glass. PEPeNERO served a variety of Italian specialties ranging from pasta, pizza, and steak. The atmosphere inside the restaurant was somewhat dimly lit packed with comfy couch and chair as if to create an intimate and romantic ambiance. Read the rest of this entry

Homemade Margherita Pizza

Bahan Pizza Dough/Pizza Base:

500gr Tepung terigu protein tinggi (di Indo terkenal dengan merk Cakra Kembar)

1/2 sdm garam

7 gr ragi instan

1/2 sdm gula pasir

2 sdm extra virgin olive oil

325 ml air hangat

Bahan Saus Topping Pizza:

1 kaleng pasta tomat

1 buah tomat, haluskan

1 buah tomat, iris tipis

1 buah paprika, iris tipis

Bubuk cabe (bila suka)

Dried herbs : basil, oregano, tyhme

Keju Mozzarela, parut

Keju cheddar, parut

Cara Membuat

Pizza Dough:

Campur garam dan tepung terigu lalu ayak di sebuah bidang datar yang telah dibersihkan. Buat semacam kawah di tengahnya. Dalam sebuah wadah terpisah, campurkan ragi instan, gula, dan olive oil ke dalam air hangat, aduk-aduk hingga tercampur rata dan diamkan beberapa saat. Sedikit demi sedikit, tuangkan campuran likuid ragi tersebut ke dalam kawah campuran tepung sambil diaduk menggunakan garpu. Teruskan mengaduk sampai cairan likuid habis tercampur rata. Kemudian ulenin adonan dengan menggunakan tangan sampai terbentuk adonan yang kalis, lentur, dan lembut.

Letakkan adonan tersebut ke dalam sebuah wadah mangkok besar kemudian tutup mangkok tersebut dengan lap basah/lembab. Diamkan selama kurang lebih sejam di dalam suhu kamar sampai adonan mengembang menjadi 2x besarnya.

Setelah adonan mengembang, tinju adonan tersebut untuk mengeluarkan udaranya. Jika akan langsung digunakan, uleni adonan sebentar kemudian giling sesuai dengan ketipisan yang diinginkan. Namun, jika tidak langsung segera digunakan, bisa dibungkus menggunakan cling film lalu taruh di kulkas/freezer. Sedikit tips, ada baiknya adonan tersebut digiling benar-benar sesaat sebelum dipanggang untuk menghindari raginya aktif kembali sehingga akan membuat gilingan rotinya mengembang lagi.

Saus Topping Pizza:

Campurkan pasta tomat, tomat halus, bubuk cabe, dan dried herbs jadi satu. Lalu olesi ke atas gilingan adonan kemudian taburi keju parut, irisan tomat, dan irisan paprika.

Panggang pizza dalam oven bersuhu 180 derajat celcius selama kurang lebih 15 menit atau sampai adonan matang dan crispy. Siap disajikan.

Nge-Pizza di Marzano

Kali ini gilirannya Pizza Marzano yang di-review….kita berkesempatan makan di cabangnya yang di Kemang. Hujan di siang bolong ga memupuskan niat kita makan di resto ini meski parkirannya outdoor dan risiko keguyur hujan sangat tinggi. Untungnya, penjaga pintu depan Marzano baik hati banget, langsung nyamperin dan nyodorin payung supaya tamunya ga keujanan. Good service…. *thumbs up*

Berhubung perut sudah lapaarrr….tanpa babibu lagi, kita langsung order makanan. Untuk appetizer….kita pesen Baked Baby Potato (28k), dan untuk main course-nya kita pesan Pizza Margheritta (50K), dan Penne Al Pomodoro Mozzarella (58k). And for the drinks, gw pesen Blackcurrant Ice Tea bottomless (20k) sementara hubby pesen Lemon Squash (22k).

Tanpa menunggu terlalu lama, minuman dan appetizer pun hadir di depan hadapan kita. Dari penampakannya sih cukup menggiurkan, Baby Potato yang sudah dipanggang tampak mengkilat akibat guyuran olive oil ditambah sprinkles of beef bacon plus fresh herbs. Sayangnya kita langsung kecewa saat gigitan pertama…..rasanya hambaarrr. Bumbunya ga kerasa sama sekali, beda banget ama makanan sejenis yang pernah kita makan di Pancious. Kayaknya ama mereka ga direndam dengan bumbu dulu sebelum dipanggang, jadi rasanya bener-bener dead plain :(

Read the rest of this entry

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 172 other followers