Burnt Tongue at Ramen38 (Sanpachi)

Setelah selesai movie date dengan papap sabtu wiken kemaren di Citos, perut pun berasa kriuk-kriuk (padahal pas nonton, satu cup popcorn sudah ludes tandas ;p). Kita pun mulai keliling-keliling dan akhirnya pilihan jatuh ke resto Ramen38 (Sanpachi), kebetulan pas lagi pengen yang panas dan berkuah. Okaerinasai !!! Begitulah pekik suara dari para pegawai Ramen38 saat kita memasuki restoran ini, cukup kami balas dengan senyum aja (karena emang ga tau harus balas ngomong apaan ;p). Dekorasi Ramen38 ini didominasi dengan warna merah, mulai dari warna furniture sampai warna dinding. Selain di cat merah, dindingnya juga dihiasi dengan gambar-gambar menu ramen dari restoran tersebut. All and all, suasana di resto ini cukup nyaman.

Variasi menu ramen yang ditawarkan di Ramen38 sangat beragam, mulai dari Shoyu ramen, Miso ramen, Charsiu ramen, Gyuniku butter ramen, Enma ramen, Curry ramen, Wantan men, Mabo men, Gomakara ramen, Kanton men, dan Oxtail stamina ramen. Salah satu menu yang recommended di Ramen38 adalah Jigoku Ramen atau lebih dikenal dengan Ramen from Hell, hohohoho, nyeremin bener😀 Ramen pedas ini memiliki level kepedasan yang bisa disesuaikan dengan selera kita, mulai dari level 1-10, sluuuurrrppp. Akhirnya tanpa keraguan, gw pun memesan The Ramen from Hell ini, level kepedasan yang gw minta itu level 5, yeeeeaaaaahhhhh. Si papap cukup pesen Cha Su Ramen aja alias ramen yang ga pedes, because he has zero tolerance towards chilli, hehehe. Untuk minuman sih kita pesen standar aja, ice lemon tea dan mineral water.

Pesenan dateng tanpa perlu menunggu lama….dan aromanya, hmmmmm….suegeeerrrr.  Jigoku Ramen ku itu terdiri dari ramen pastinya, dengan irisan jamur kuping, beberapa potong chasu (irisan ayam tipis), daun bawang, dan bayam jepang/horenso. Kuahnya terlihat begitu merah dan pekat, semerah warna dekorasi restonya, hahahaha. Yang membuat warna merah dari kuahnya itu karena menggunakan cabe bubuk dan irisan cabe rawit, nyaaaaammm. Rasa kuahnya so rich and spicy…..untung gw pesen level 5 dan bukan diatasnya, gw rasa level 5 ini udah merupakan batas level maksimum toleransi kepedasan gw. Saat pertama kali menyentuh lidah, rasa pedas langsung menyengat seisi mulut gw. Sembriwiiiiiingggg dueeeeerrrrrrr…….lidah dan tenggorokan serasa terbakar, tapi berasa segeeerrr. Dashyaaaaaatttttt….dijamin pasti bakalan banyak yang berkeringat ketika menyantap ramen ini😀

Nah bagi yang toleransi ama pedes itu nol besar (seperti papapku tersayang), Chasu Ramen merupakan pilihan yang tepat. Kuah ramennya berwarna kekuningan karena menggunakan saus shoyu. Rasa shoyunya akan sangat terasa di saat menyeruput kuahnya, hmmmm lezaaattt…. Kalau isinya sendiri sih kurang lebih sama dengan Jigoku Ramen yaitu ramen, horenso, dan ayam chasu.

Oh ya, informasi tambahan, Ramen38 di Citos ini termasuk salah satu outlet Ramen38 yang mendeklarasikan dirinya No Pork Outlet alias ga ada nguik2-nya. Karena ternyata restoran Ramen38 di Jakarta dikelola tidak oleh satu perusahaan sehingga ada beberapa outlet yang tidak halal. So … if that info is an important matter to you, make sure you ask the waiter/waitress first before stepping in.

Ramen 38 (Sanpachi)

Cilandak Town Square Lantai 2, Jl.TB Simatupang Kav.17, JakSel 12430

Telp.021-75920238

Harga : Rp35.000,- – Rp60.000,-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s