Sekelumit ttg Asuransi Jiwa

Sebelum hadirnya anak-anak, gw ama hubby rada acuh tak acuh sama pentingnya memiliki asuransi jiwa (asji). Kita belum terlalu ngeh dan merasa perlu untuk punya asuransi jiwa. Sampai dengan…..lahirlah anak pertama kita…dan mendengarkan financial clinic session Ligwina di radio mengenai kepemilikan asji. Disitulah kita tersadar bahwa kayaknya kita perlu nih untuk punya asji, sebagai salah satu bentuk proteksi atau jaminan penyambung hidup anak2 kita di kala salah satu dari gw atau misua tiba-tiba dipanggil oleh YME.

Nah…tapi asji siapa yang harus dibeli, gw atau misua??? Dua-duanya harus beli asji atau cukup salah satu aja?? Kalau menurut independent financial planner yang tersohor, Ligwina Hananto, orang yang harus diasuransikan jiwanya adalah pencari nafkah utama dalam keluarga. Jika pencari nafkah utamanya adalah suami, ya berarti harus beli asji untuk suami, dan begitupun sebaliknya. Trus gimana ceritanya kalau baik suami maupun istrinya sama-sama bekerja?? Oke…pertama, definisikan siapa pencari nafkah utama dalam keluarga (siapa yang pendapatannya paling banyak menyumbang untuk pengeluaran sehari-hari). Kita asumsikan..jawabannya adalah si suami, berarti asji yang harus dibeli duluan adalah asji suami. Nah apakah istrinya perlu beli asji juga? Sang istri perlu beli asji juga jika pendapatan yang dihasilkan sang istri menyumbang lebih dari atau sama dengan 50% pengeluaran keluarga tersebut. Yang berarti jika pendapatan istri tsb hilang, maka cashflow keluarga tsb akan terganggu.

Oke…proses pendefinisian kelar…gw dan suami sepakat untuk mengasuransikan diri kami masing-masing aja, we called it as double protection…. PR selanjutnya adalah menentukan jenis asji seperti apa yang harus dibeli. Apakah asji murni atau yang dicampur dengan komponen investasi seperti unitlink? Ligwina selalu berkoar-koar to know your goals first, TUJUAN LOE APA??? Beliau menyarankan untuk memisahkan produk keuangan berdasarkan tujuannya masing-masing untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal. Jika tujuannya murni sebagai proteksi, ya beli asji murni. Kalau mau investasi ya beli produk yang tujuannya untuk investasi murni macam reksadana atau emas batangan. Make sense sih alasannya…so mulai bergerilya lah gw menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai berbagai macam asji yang dijual di pasaran.

Asji murni pun macam-macam jenisnya, ada yang term life, wholelife, dst. Berhubung yang gw beli adalah term life insurance, jadinya hal itulah yang akan gw jelasin disini.

Asuransi berjangka (term life insurance) adalah jenis asuransi jiwa yang memberikan manfaat meninggal dunia (uang pertanggungan) jika seseorang (tertanggung) meninggal dunia dalam jangka waktu tertentu di masa periode berlakunya asuransi. Jika tertanggung tetap hidup sampai akhir masa asuransi, maka ia tidak akan mendapatkan manfaat pertanggungan apapun (tidak ada pembayaran manfaat).

Fitur umum Asuransi Berjangka (Term Life)

–             Pilihan Masa Pembayaran Premi, mulai dari 10, 15 atau 20 tahun atau hingga masa usia tertentu, misalnya hingga 55 tahun bahkan 60 tahun.

–             Perlindungan terhadap resiko kematian, jika resiko tersebut terjadi di Masa asuransi

–             Perlindungan hanya diberikan sepanjang Masa asuransi dan tidak memiliki unsure tabungan maupun investasi.

Manfaat Program Asuransi Berjangka (Term Life)

Memberikan Uang Pertanggungan hingga 100%, apabila Tertanggung meninggal dunia dalam Masa asuransi.

Setelah mengerti jenis asji apa yang mau gw beli, selanjutnya gw menghitung uang pertanggungan (UP) berdasarkan penghasilan/pengeluaran/utang. Uang pertanggungan yang kita butuhkan ke depan tentunya dihitung dengan mempertimbangkan kira-kira berapa besar biaya kehidupan/biaya pendidikan/dst kelak di masa depan. Sehingga uang pertanggungan yang keluar nantinya dapat mencukupi kebutuhan anak-anak kita. Setelah UP selesai dihitung, tentukan periode masa asji-nya. Idealnya kita pengen anak-anak kita terproteksi sampai dengan kita pensiun, tapi gw tentukan s.d anak-anak menginjak umur 18thn dulu aja, toh asji ini bisa kita review kok secara periodik. Karena asji ini gw beli saat umur gw 29thn, maka periode asji yg gw pilih adalah yg 15thn. Kemudian barulah bergerilya mencari asji di pasaran yang sesuai dengan kriteria yang kita mau dengan premi yang juga terjangkau dengan kemampuan kita. Piece of cake??? NOT!!!! Ya ampun….beragam banget asji yang dijual di pasaran, dengan berbagai benefit yang cenderung njelimet dan tricky. Kita juga harus teliti dengan manfaat tambahan (riders) yang ditawarkan, apakah kita bener-bener perlu riders tersebut atau tidak karena hal tersebut melibatkan biaya tambahan. PR bangeett ini untuk meneliti satu-satu…ciaayoooooo….

Dari semua produk asji yang ditawarkan diantaranya seperti Menuhidup, AXA Mandisendiri, Alienz, Thoughtful, AIAUEO, Mataharihidup, Cignal, dst dst zzzzzz…………. dengan berbagai pertimbangan, gw akhirnya memilih produk asji dari Mataharihidup. Awalnya gw ga terinfokan mengenai produk asji dari Mataharihidup ini, untungnya berkat ngikutin thread tentang asji di the urban mama (TUM) dan kemudian dibisikkin oleh beberapa member di thread tsb mengenai produk Mataharihidup, akhirnya gw pun kecantol ama asji mataharihidup ini. UP yang ditawarkan cukup tinggi dengan premi tahunan yang terjangkau dibandingkan lembaga keuangan lain. Gw pun dapet info agen asuransi Mataharihidup dari member TUM dan alhamdulillah orangnya baik bangeet. Mau diajak konsultasi dan ga semena-mena menawarkan produk unitlink ke klien karena komisi gede. Mungkin karena beliau sendiri adalah penganut mashab-nya Ligwina yang mana klien harus menentukan dulu tujuannya apa. Kalo murni untuk proteksi ya disarankan asji, kalau emang mau ada unsur investasinya ya beli unitlink. Anyway…singkat cerita…setelah beberapa kali ketemuan ama agen tsb konsultasi bertiga dengan suami gw, deal deh… Nah karena UP yang gw minta diatas 1M jadi wajib menjalani medical check up. Kalo udah lulus medcheck dan persyaratan lainnya, ya udah deh..tinggal bayar aja premi tahunannya secara rutin. Asji term life yang gw ambil ini untuk masa 15 tahun, namun agen gw menyarankan untuk me-review asji yang kita punya secara periodik, let say tiap 5 tahun. Alasannya…pasti kan keadaan sudah  banyak berubah dalam selang waktu 5 tahun, nah kita harus kaji ulang lagi apakah asji yang kita ambil (beserta UP-nya) masih relevan dengan kondisi terkini. Kalau masih relevan ya dilanjutkan, kalau udah ga relevan ya dikaji ulang, apakah perlu ditambahkan UPnya atau sebagainya.

So far asji yang gw beli udah berumur setahun (gw beli tahun kemarin, 2011) dan sampai dengan saat ini masih cukup relevan dengan kondisi ekonomi the hasibuans terkini. So…lanjutkan !!!!

Mari kita wujudkan kehidupan yang baik untuk anak-anak kita dengan memproteksi mereka sedini mungkin…

4 thoughts on “Sekelumit ttg Asuransi Jiwa

  1. Salam Kenal,

    Saya M. Ibnu Setiawan. Saat ini saya merupakan agen asuransi Allianz. Sekedar ingin sharing pengalaman saya mengenai pencarian produk asuransi jiwa.

    Background pekerjaan saya sebelum jadi agen adalah wiraswasta, usia saya waktu itu 30 tahun (thn 2014), sudah berkeluarga dengan 1 anak perempuan berusia 1 tahun. Saya sedang mencari info proteksi asuransi jiwa sebesar 1 Miliar, budget sekitar 300 ribu-an per bulan. Setelah ber-googling ria dan korespondensi lewat email, saya dapat 3 ilustrasi asuransi murni/termlife.

    Ilustrasi yang pertama, produk syariah (Taka), premi 3 juta per tahun, tenor 15 tahun, gak bisa bayar bulanan. Kalo yang kedua, termlife konvensional (Manu), premi minimal 4 juta, tenor 20 tahun, dapet UP-nya lebih besar yaitu 1,335 M, ada garansi perpanjangan, tapi sama dengan yang pertama, gak bisa bayar bulanan (waktu itu). Trus yang ketiga termlife konvensional juga (Sun), preminya 3,6 juta per tahun, tenor 20 tahun, dan bisa bayar bulanan, tapi jadi lebih mahal sekitar 12%. Jadi bayarnya kalo bulanan jadi sekitar 336 ribu per bulan.

    Karena saya pribadi pengen produk yang syariah. Masih berlanjutlah pencarian saya hingga akhirnya nemu produk unit link syariah dari Allianz. Beruntung saya ketemu dengan agen yang bagus, dibuatkanlah ilustrasi unit link syariah dari Allianz ini buat saya dengan premi minimal tapi proteksi maksimal. Dengan profil saya, UP 1 Miliar preminya 355 ribu per bulan, tanpa perlu tes medis, bayar premi terus selama ingin punya proteksi. Premi pun bisa flat hingga lebih dari 20 tahun, dengan catatan hasil investasi rata-rata sekitar 6-7% per tahun. Bahkan saya gak perlu risau dengan garansi perpanjangan, selama premi bayar terus, hasil investasi bisa nutupin biaya-biayanya, maka polis akan aktif terus. Sungguh sangat berbeda dengan beberapa agen unit link dari perusahaan lain yang pernah nawarin ke saya, selalu nawarin cuma bayar 10 tahun, ada hasil investasi, “gratis” asuransi seumur hidup.

    Sempat bingung milih antara termlife yang bisa bayar bulanan 336 ribu (dari sun) atau yang premi 355 ribu dari Allianz ini. Terus terang saya milih yang bisa bulanan karena terasa meringankan. Sempet “vakum” sampai 2 minggu-an karena bingung dan juga kesibukan di toko. Sebagai testing sebelum ngambil keputusan terhadap 2 produk ini, saya coba tambah ridernya. Saya coba ambil rider pembebasan premi karena cacat tetap total dan penyakit kritis. Ternyata premi keduanya jadi sama, 375 ribu per bulan. Dan akhirnya saya pun memilih produk unit link syariah dari Allianz ini, namanya Allisya Protection Plus. Dan 2 bulan sesudahnya saya memutuskan untuk menjadi agennya.

    Sangatlah penting mempunyai asuransi jiwa untuk proteksi penghasilan kita. Sedangkan untuk jenis asuransi yang mau kita pilih, mau unitlink atau termlife, itu hanya skema saja. Yang paling penting untuk kita adalah manfaat yang kita peroleh, sesuai atau tidak dengan perencanaan keuangan yang kita punya. Jadi bukan hanya sekedar “Say No unit Link”. Kita harus tetap bijak dan cermat memilih sebuah produk asuransi dan agen yang memasarkannya.

    Terima Kasih

    Regards,
    M. Ibnu Setiawan
    Blog: http://agenasuransisyariah.com
    “1 Yang Terpenting: Proteksi Penghasilan Keluarga”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s